JEPARA, 21 April 2026. Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali berkobar di SMPN 1 Jepara pada Selasa, 21 April 2026. Melalui tema “Perempuan Berdaya: Akses Setara, Kepemimpinan Nyata, dan Layanan Publik Inklusif”, peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi panggung pembuktian bahwa emansipasi bukan lagi sekadar narasi sejarah, melainkan realitas yang nyata di tangan generasi muda.
Manifestasi nyata dari tema tersebut terlihat jelas dalam upacara bendera yang berlangsung khidmat. Berbeda dari biasanya, seluruh posisi strategis petugas upacara didominasi oleh para siswi. Meski tampil anggun mengenakan kebaya dan pakaian adat, ketegasan mereka dalam menjalankan tugas tetap terpancar kuat.
Kepemimpinan tersebut ditunjukkan secara apik oleh Yuzzy Aiskaratu Jihanillah sebagai pemimpin upacara yang komandoinya bergema penuh percaya diri. Ruisya Karimatus Zahwa, Aleycia Farda, dan Tsania Jamilatuzzahra sebagai tim pengibar bendera yang menjalankan tugas dengan disiplin tinggi. Bunga Arista Wahyu pembaca naskah protokol. Adinda Rifalesya pembaca doa, Gwyneth Kathleen sebagai dirigen yang memandu suasana menjadi lebih emosional dan penuh kebanggaan. Serta petugas-petugas upacara lainnya dari anggota PASSUS yang bertugas dengan semangat membara.
Dalam amanatnya, Kepala SMPN 1 Jepara, Lisna Handayani, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa posisi perempuan telah bergeser dari sekadar pendukung menjadi penggerak utama. “Perempuan tidak lagi berada di belakang. Hari ini, kita melihat sendiri bagaimana generasi muda perempuan mampu memimpin, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan,” tegas Ibu Lisna.
Beliau mengingatkan bahwa keberanian untuk mengambil peran di berbagai bidang adalah kunci bagi perempuan masa kini untuk mengisi ruang-ruang kepemimpinan di masa depan.
Kesinambungan semangat Kartini tidak berhenti pada seremonial upacara. SMPN 1 Jepara turut menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif, mulai dari fashion show hingga lomba cerdas cermat dengan tema Kartini.
Peringatan ini menjadi bukti nyata bahwa di SMPN 1 Jepara, nilai-nilai Kartini tetap relevan dan terus hidup. Dari ruang kelas hingga lapangan upacara, Kartini-Kartini muda ini telah membuktikan bahwa mereka siap tumbuh, berani bermimpi, dan mengambil alih peran demi membawa perubahan positif bagi bangsa.





















































